SIAPA ORANG YANG PANTAS SUKSES?

Bingung Belajar Bisnis Online?  Bagaimana Mendapatkan Uang Dari Bisnis Online  ?? Akses GRATISS!!

safei sb1m jakarta

SIAPA ORANG YANG PANTAS SUKSES?

MENTAL JUARA!!

Banyak orang yang menjadi “Besar”. Juara, atau Sukses. Tapi tidak sedikit juga yang menjadi “Loser”, Pecundang.

Pecundang bukan hanya berarti ” kalah” dalam pertandingan, tapi merupakan sifat/ Pola KALAH dalam menaklukan dirinya. Dia selalu menjadi “korban” dari kondisi. Kondisi yang dari keluarga miskin lah, dari bencana, dari musibah, dari penipuan, dari pendidikan dll.

Inilah MENTALITAS ” LOSER”, bukan tidak sukses dia, tapi dia TIDAK PANTAS SUKSES.

Dalam hukum Cause and Effect, dia selalu memposisikan dirinya sebagai ” korban”, Obyek, alias Effect. Nah, siapa orang yang pantas SUKSES? Orang yang PANTAS jadi Juara? Sifat/Perilaku seperti apa yang menjadikan seseorang pantas untuk mendapat Kesuksesan?

Selalu menjadikan dirinya sebagai Cause, bukan Effect, walaupun yang diterima adalah “pil pahit”.

Banyak manusia memposisikan dirinya sebagai “korban”(Effect) saat yang diterima tidak sesuai dengan yang diinginkan, direncanakan, atau diusahakannya.

Baca Juga :   Kursus Belajar Bisnis Online di Abeli untuk usaha Sampingan

Mungkin anda pernah mendengar kata-kata cemoohan seseorang terhadap orang lain yang sukses dan kaya seperti ini : “Buat dia kan gampang, untuk usaha sendiri sudah punya modal dari orang tuanya yang kaya. Kalau kita?”

Bagaimana dengan sudut pandang orang tersebut? Mungkin kira-kira seperti ini:

Pola A: “Enak yaa jadi anak orang miskin, enggak ada beban”kalo nggak sukses, gak pp”. Kalo aku gagal dicemooh orang, kalo sukses dipandang hanya karena orang tuaku yang sudah kaya, bukan usahaku.

Pola B : “Alhamdulillah.. Aku bersyukur, hidupku saat ini disiapkan untuk aku lebih bersyukur dan berbagi. Bersyukur karena dicukupi, punya orang tua yang baik, saudara-saudara, keluarga, teman, kerabat, dan lingkungan yang baik”.

Nah, apa yang terjadi jika pola A diteruskan ? Apa yang terjadi pula jika Pola B yang dijalani?

Sama-sama menjaadi effect dari Tuhan, si A berpikir dengan pola negatif, si B berpikir dengan pola positif. Si A akan tetap sebagai effect, “korban”, atau “obyek” dari dunia.

Baca Juga :   cara naik gojek gratis paling mudah

Si B MEMILIH hanya menjadi Effect terhadap Tuhan, dan berpindah menjadi Cause, Pelaku, atau Subyek terhadap dunia.

Jadi.. mana yang anda pilih? Setelah memilih, apa yang akan anda lakukan?

Semoga bermanfaat.. Silahkan share sekiranya akan bermanfaat untuk orang lain 🙂

 

Baca Juga :

Bagaimana Cara Menciptakan Keberuntungan Dalam Hidup

 

BANNER FREE MEMBER

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *